INILAH RAPERDA ‘LAHAN TIDUR’ PASURUAN YANG DIUSULKAN LEGISLATOR PKS

foto untuk berita reperda lahan

Pasuruan, pkspasuruan – Kelanjutan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Pasuruan terkait perlindungan lahan produktif dan pemanfaatan lahan tidur ditunda untuk sementara waktu. Itu lantaran DPRD menginginkan adanya kajian lebih mendalam, terutama kajian menyeluruh untuk 24 kecamatan di kabupaten Pasuruan.

”Raperda mengenai perlindungan lahan produktif dan pemanfaatan lahan tidur masih perlu pembahasan dan kajian panjang dan mendalam. Jadi, waktu itu tidak bisa diselesaikan di tahun 2015, karena mepet waktunya, sehingga akan dilanjutkan di tahun 2016 ini,” ujar M. Zaini wakil ketua komisi 2 DPRD kabupaten Pasuruan

Sementara, mengenai kajian atas Raperda berkait perlindungan lahan produktif dan pemanfaatan lahan tidur ini, Legislator asal PKS ini menjelaskan masih ada hal krusial yang butuh kajian dari berbagai sisi. Untuk menjadi perda, raperda yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian menuju swasembada pangan ini membutuhkan masukan dari pakar pertanian dan para pelaku dan penggiat dibidang pertanian di seluruh kabupaten Pasuruan. Hal ini ini sangat perlu dilaksanakan karena dari 24 kecamatan di kabupaten Pasuruan memiliki tipikal lahan dan tanaman serta budaya pertanian yang berbeda.

“Karena raperda ini sangatlah penting buat kabupaten Pasuruan terutama untuk mengamankan lahan produktif dari alih fungsi yang cendrung tidak tertata dan meningkatkan produksi pertanian kabupaten Pasuruan maka memang diperlukan diskusi panjang dan luas diantara semua pihak yang terkait dengan pertanian,” tegas pria yang baru saja dilantik menjadi wakil ketua DPD PKS kabupaten Pasuruan ini.

Masih menurut M. Zaini, ada beberapa poin penting terkait raperda perlindungan lahan produktif dan pemanfaatan lahan tidur ini. Pertama, raperda ini, nantinya kalau sudah disahkan menjadi perda, dalam jangka pendek, harus mampu melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi industri dan perumahan, serta lahan-lahan yang tidak terpakai (tidur) bisa dimanfaatkan untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan. Kedua, dalam jangka menengah perda ini akan menjadi pendorong bagi pertanian kabupaten Pasuruan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya dalam arti Kabupaten Pasuruan mencapai swasembada pangan sedangkan untuk jangka panjang diharapkan akan muncul varietas padi unggulan khas Pasuruan untuk dapat dikirim keluar daerah Kabupaten Pasuruan.

“Ketiga, dalam pembahasan raperda nanti, kita akan masukkan poin tentang perlunya satgas khusus untuk mengawal dan membersamai petani terutama dalam pemanfaatan lahan tidur agar betul-betul bisa dihidupkan kembali fungsi lahannya dengan pengelolaan yang benar dan tepat, dan ini bisa disingkronisasi dengan program lama yang dimunculkan lagi oleh pemerintahan saat ini yaitu program intensfikasi dan ekstensifikasi pertanian,” pungkas anggota dewan yang bertempat tinggal di desa Pogar Bangil ini.

Mengenai satgas khusus ini, anggota dewan dari PKS ini, menegaskan bahwa anggota satgas khusus tersebut harus diseleksi dengan baik. Anggota satgas nantinya harus personal yang punya kepedulian dan kemampuan dibidang pertanian . “Selain itu mereka harus mumpuni dalam membimbing, mengarahkan dan memotivasi petani dan siapa saja yang terkait dengan program ini, serta tentunya mereka yang mempunyai pengalaman dibidang pertanian dan lahan,” kata M. Zaini mengakhiri wawancaranya .(nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree