KADER DAKWAH TIDAK MENGATAKAN ‘INI KERJA SAYA’

pkspasuruan

Seorang kader dakwah tidak akan mengatakan ini kerja saya, saya telah mendapat suara sekian dan lain sebagainya, sesungguhnya kontribusi kerja kader dalam pemenangan pemilu adalah sedikit, namun yang besar adalah rahmat Allah. Demikian taujih Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim di hadapan kader PKS Semarang, Demak dan Kendal di Balaikota Semarang, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diberitakan oleh pkssemarang.org kehadiran Ustadz Musyyaffa selaku Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS ini di Semarang dalam rangka recovery kader pasca perhelatan pemilu. “Pasca pemilu, kita harus menguatkan kader kembali terutama menguatkan tarbawi sebagai bekal utama untuk melangkah mengarungi tantangan dakwah kedepan”, tegas Musyaffa.

Lebih lanjut Musyaffa mengatakan proses recovery sangatlah penting dan akan terus dilakukan pasca pemilu agar proses-proses dakwah tetap berjalan sebagaimana mestinya lantaran agenda-agenda dakwah kedepan masih banyak menunggu.

Musyaffa mencontohkan respon Allah di setiap peristiwa besar, Allah selalu menurunkan ayat-ayat Al Qur’an untuk memberikan semangat tarbawi agar tetap semangat berjuang setelah peristiwa itu. Allah menurunkan surat Al Anfal setelah perang Badar, dan menurunkan delapanpuluh ayat di surat Al Imron setelah perang Uhud. Untuk itulah proses recovery penting agar para kader tetap bersemangat sehingga dakwah terus berjalan.

Khusus berkenaan dengan pemilu yang baru saja dilewati, Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS ini mengingatkan semua kader untuk mengembalikan semuanya kepada Allah. Atas segala hasil dan kesuksesan yang diraih hanya syukurlah yang semestinya menjadi sikap kader dakwah. Setiap perkataan dan sikap kader dakwah adalah pancaran keimanan, sehingga apabila suatu proyek besar telah selesai dilaksanakan, ia tidak mengatakan inilah hasil kerja saya, namun mengatakan keberhasilan ini adalah atas rahmat Allah SWT.

Seorang kader harus memiliki prinsip bahwa hasil kerja dakwah bukanlah semata-mata karena kerja kerasnya, namun merupakan rahmat dari Allah. Tidak semestinya setiap individu membanggakan dirinya karena kerja kerasnya. Seorang kader dakwah tentu tidak akan mengatakan ini kerja saya, saya telah mendapat suara sekian dan lain sebagainya, sesunguhnya kontribusi kerja kader dalam pemenangan pemilu adalah sedikit, namun yang besar adalah rahmat Allah.

Ustad Musyafa mengajak mencontoh dari beberapa kisah para nabi tentang sikap mereka setelah menyelesaikan proyek besar. Setelah menyelesaikan proyek besar pembangunan tembok tinggi dan kokoh untuk melindungi kaumnya dari gangguan Ya’juj dan Ma’juj, Dzulqarnain a.s. mengatakan bahwa ini adalah berkat rahmat Allah, bukan mengatakan ini kerja saya, padahal Dzulqornainlah yang memiliki ‘kontribusi besar’ dalam pembangunan itu, namun Dzulqornain tidak membanggakan dirinya.

Ustad Musyafa juga mencontohkan bagaimana sikap Nabi Sulaiman setelah singgasana Bilqis berpindah dengan sangat cepat hanya dalam kedipan mata. “Saat singgasana itu tiba-tiba ada di samping Nabi Sulaiman, beliau mengatakan, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Perkataan Sulaiman ini diabadikan dalam surat An Naml ayat 38-40.

Kerja kader adalah penting saat berikhtiar agar di berikan kemenangan, namun Allah-lah penentu apakah ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil. Ustad Musyafa menekankan bahwa intervensi Allah dalam mengubah hati para pemilih mengubah pilihan hatinya untuk memilih PKS sangat besar, sehingga kita harus mensyukuri suara PKS dengan mengatakan semua hasil ini adalah karena rahmat Allah bukan semata-mata hasil kerja kita. (ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree