DOA DAN HARAPAN ‘WONG PASURUAN’ DI HARI NELAYAN

meme hari nelayan pkspasuruan

Bangil, pkspasuruan.org– Sambut hari nelayan dengan menyampaikan doa, harapan, dan komen sebagai bukti bahwa kita adalah saudara mereka juga. Kita juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi mereka untuk terus menyediakan ikat laut baik untuk konsumsi maupun untuk produksi.

Karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air bagi mereka maka layaklah buat kita untuk ikut berbahagia (menghayu bagyo) dalam menyambut hari nelayan. Mungkin hanya doa dan harapan serta komen untuk memberikan spirit kepada para nelayan.

Berikut beberapa harapan, doa, komen  ‘wong pasuruan’ dalam menyambut Hari Nelayan yang jatuh pada tanggal 6 April 2016.

Syahwan Samiang, seorang ustadz dari sebuah ponpes di Bangil, “Assalamualaikum para nelayan…jangan lupa shalat meski ditengah laut…tetap semangat mencari ikan meski ombak terus meninggi”, Bravo Nelayan Pasuruan

Ida Rochmawati, pemerhati keluarga dan trainer keluarga sakinah,

Nelayan adalah penjaga lautan Indonesia yang sesungguhnya, maka nelayan harus merasa memiliki lautan tersebut-menjaga dan melestarikan kekayaan laut Indonesia…Nelayan harus berikir dan bekeinginan untuk memakmurkan laut, melestarikannya… jangan hanya berpikir mengambil dan mengekploitasi sumber daya alamnya saja.. Selamat HARI NELAYAN ke 56!

Prasetyo, guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu menyampaikan harapannya dengan sedikit sindiran ke penguasa

Kita tahu bahwa  total panjang garis pantai Indonesia sekitar 99rb km, namun garis pantai yang sebagian besar merupakan ‘lahan’ nelayan mencari hidup itu belum bisa memberikan kesejahteraan kepada para nelayan. SELAMAT HARI NELAYAN SEMOGA MAKMUR DAN SEJAHTERA

Sedangkan, Amin Syukroni, Lc seorang mubaligh asal Bangil, Pasuruan menyampaikan terima kasih nelayan, melalui kamu, gizi keluarga terpenuhi..

Sementara itu, salah satu Legislator PKS Kabupaten Pasuruan, M. Zaini mengungkapkan penghargaan dan kebanggaannya kepada para nelayan dengan untaian kata-kata puitisnya;

“Tanganmu kekar sekekar perjuanganmu untuk keluarga… tekadmu kuat sekuat terjangan ombak di lautan…Wahai sahabatku sang nelayan pencari nafkah.. berguruku pada semangatmu berkacaku pada tekad ibadahmu sekecil apapun hasil tangkapanmu engkau terima tanpa mengeluh engkau nikmati dan tetap engkau syukuri.. Mengais nafkah yang berkah tanpa perlu mengemis apalagi berbuat bengis..Engkaulah yang mengerti arti berkah dan nafkah.. Yaa Alloh pemilik kehidupan, jangan hembuskan badai topan karena mereka nyaris tak makan dan tak tahu lagi kemana membangun harapan..SELAMAT HARI NELAYAN SAUDARAKU!

bersambung (duro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree