APAPUN KONDISINYA, TETAPLAH BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

web resmi pks pks pasuruan

Kadang kita sulit menerima ketentuan takdir yang menimpa diri kita, apalagi jika takdir itu berupa kegagalan atau kekecewaan atau sesuatu yang menurut pemahaman kita tidak baik buat kita. Pada saat itu, kadang kita lupa bahwa semuanya adalah ketentuan Allahlah Sang Pencipta takdir. Allah pasti  lebih tahu apa yang terbaik buat ciptaanNya.

Pemecatan Ustadz Fahri adalah takdir yang mungkin mengecewakan yang harus diterima oleh semua pemilih beliau di NTB, semua kader, simpatisan PKS yang mengagumi dan selalu setuju dan setipe dengan cara berdakwahnya, termasuk penulis. Mungkin bagi yang terlalu mengagumi dan mencintainya kekecewaan itu akan dilanjutkan dengan tindakan-tindakan (mungkin) keluar dari pks, tidak simpati lagi dengan pks, pindah ke lain hati, menulis untuk menanyakan mengapa dipecat, menyalahkan pimpinan PKS, berprasangkan pks salah, bodoh, tidak jeli dan lain sebagainy, dan tindakan tindakan itu wajar dilakukan oleh mereka dan siapa saja harus menghargai itu.

Namun bagi kader sejati haruslah memahami peristiwa pemecatan ustadz Fahri adalah skenario dari Allah yang tidak mungkin kita menganalisa dan memahami maksud-maksud atau hikmah-hikmah yang akan terjadi setelah itu dalam waktu singkat. Apalagi kita bersu’údzon bahkan ada yang sok jadi futurulog bahwa PKS akan habis di tahun 2019 karena ditinggal oleh banyak kader dan simpatisan yang selama ini mengagumi Ustad Fahri.

Takdir sudah terjadi, kemudian pemecatan tidak mungkin ditarik kembali, kita sudah tahu siapa saja yang kecewa, siapa saja yang sudah menerima dan siapa saja yang menganggap biasa-biasa saja, normal as usual. Karena demikian kondisinya maka tindakan terbaik adalah perbanyak istighfar dan berdoa kepada Allah . Dan bagi kader PKS sejati tindakan terbaik untuk merespon peristiwa ini setelah berdekat-dekat Allah adalah MOVE ON.

Move on yang dimaksud adalah berhenti bingung atas pemecatan ini, berhenti bertanya-tanya mengapa terjadi, berhenti mereka-reka, menduga-duga mengapa ada keputusan seperti itu, dan yang paling ekstrem berhenti su’udzon kepada pimpinan partai mengapa mereka memutuskan keputusan yang cukup mengagetkan itu.

Setelah menghetikan semuanya, baru kemudian ayo terus bergerak, beraktivitas, dan bersikaplah yang produktif. Terlalu banyak amanah kita sebagai kader dibanding kita harus berlarut-larut memikirkan peristiwa ini dan akan terlalu banyak waktu yang akan kita habiskan untuk menganalisa, meencari tahu apa yang terjadi. Monggo kita serahkan kepada yang telah (juga) ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi pemimpin (qiyadah) kita . Biarlah takdir itu melakukan takdir yang lain, karena kita yakin Allah telah mengelolanya dengan sangat amat baik buat kita semua.

Lawanlah peristiwa pemecatan Ustadz Fahri,  yang menurut prediksi akan membuat suara partai kita akan turun, simpati publik akan turun, dll, dengan terus berkhidmat untuk rakyat, berbuat baik dan membantu tetangga, membantu korban bencana, mengasihi kaum miskin, banyak berinfaq untuk masyarakat sekitar kita, membantu menyelesaikan kesulitan kaum tertindas/terdzolimi, tersenyumlah dan tebarkan salam dan keramahan dan keakraban (jauhi sok jago, sok jadi bos, sok jadi priyayi, sok jadi majikan, ekslusif) dan hargai dan hormati yang lebih tua dan para tokoh, sayangi yang muda dan bermanfaatlah untuk siapa saja.

Lawanlah prediksi bahwa kita akan merugi dengan peristiwa ini dengan TERUS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT. Agar jelas posisi kita bahwa PKS adalah partai yang terus BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT bahkan harus lebih bersemangat dan bertenaga dengan atau tidak dengannya bersama kita. (M. Nur)

Moh. Nur Mu’minul Chair

Pengurus Depra PKS Kalirejo, Bangil Kabupaten Pasuruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree