CERITA SAKITPUN BISA MENJADI ‘SEDIKIT’ KHIDMAT UNTUK ORANG LAIN

Bangil, pkspasuruan.org–Tulisan saya ini adalah mungkin bagian dari khidmat saya untuk orang lain terutama ikhwah yang mungkin mengalami keluhan sama. Cerita bagaimana menghadapi dan menangani penyakit yang sering terjadi kepada ikhwah yang sebagian aktivitasnya berkendara dan berkeliling melakukan aktivitas kerja atau dakwahnya, Kecing Batu.

Minggu Maghrib (8/05), ada yang aneh dengan pinggang saya. Pinggang yang biasanya normal terasa sangat nyeri yang menusuk-nusuk, kepala pusing dan mual ingin muntah. Ditambah lagi bagian leher terasa berat dan perut sebelah kanan nyeri. Sebenarnya gejala-gejala gangguan seperti ini beberapa kali saya alami, solusinya dengan minum obat batugin elixir, biasanya hilang dan normal kembali.

Namun hari Minggu, ba’da magrib setelah menemani legislator PKS dari Dapil 2, M. Zaini dan Guru saya, Nidzom Ansyori bersilturahim ke seorang pengusaha ‘kapuk’ di Pandaan, gejala-gejala yang biasanya cepat hilang tersebut masih terasa bahkan level sakitnya meningkat walaupun saya terapi dengan minum air banyak dan minum obat ‘langganan’ saya batugin elixir. Saya mulai agak panik dan mulai mengoleskan segala macam obat gosok ke pinggang dan perut saya dengan maksud mengurangi rasa sakit. Namun tetap saja, malah sakit yang dipinggang ini mulai mengganggu konsentrasi dan keseimbangan. Saya mulai ‘muntang-manting’ mencari posisi dengan maksud untuk mengurangi sakit pinggang saya, tapi tidak berhasil.

Setelah kondisi sudah tidak memungkinkan ‘berjuang’ sendiri maka saya putuskan untuk ke dokter dengan harapan rasa sakit di pinggang, punggung, di perut bisa segera teratasi. Saya kuatkan diri naik sepeda motor sendiri ditemani istri ke dokter Khaerom, plaza depan alun-alun. Ahamdulilah, saya cepat ditangani, kemudian karena sakit pinggang yang sangat parah, saya minta untuk disuntik dengan harapan segera normal kembali.

Resep dan obat sudah ditangan, saya sudah disuntik, saya pikir dengan pertolongan Allah semua akan kembali normal. Namun ternyata, Allah masih menguji saya, walaupun sudah disuntik, obat sudah diminum namun sakit pinggang saya ternyata belum mau ‘pergi’ untuk menguji ketangguhan saya..hehehe. Sakit pinggang, mual, sakit perut serta pusing terus terasa walaupun sudah 4 kali saya minum obat dari dokter. Saya mulai berpikir jangan-jangan ini ada yang bikin ‘gara-gara’ dengan saya (sihir maksudnya). Karena beberapa aktivitas saya 1 bulan terakhir ini berhubungan dengan orang-orang yang ‘begituan’.

Saya baca ayat-ayat ruqyah dan saya putar kaset ruqyah seharian. Saya mencoba berpikir positif atas semua yang menimpa saya selama 2 hari ini, ingat semua nasehat nabi, bahwa sakit adalah salah satu penggugur dosa, bahwa sakit adalah cara Allah menyayangi hambaNya. Kalimat positif-kalimat positif dibarengi dengan istighfar sebanyaknya itu lah yang insyaAllah mengurangi kepanikan atas rasa sakit saya. Dan dzikir-dzikir itulah saya pastikan yang melahirkan ide untuk mendatangi ‘second’ dokter dengan maksud mencari solusi lain mengatasi rasa sakit yang teramat.

Selasa pagi saya dengan memaksakan diri naik sepeda motor bersama istri mendatangi dr. Eri Sobari, sahabat lama yang dulu pernah menyelesaikan dengan tuntas penyakit yang sama pernah saya alami. Setelah diperiksa, saya dan istri bertanya banyak hal tentang yang saya alami. Dan, luar biasa, dokter yang membuka praktek di kecamatan Beji ini, memberikan pencerahan terhadap apa yang saya alami. Inilah sebagian ‘ilmu’ yang dijelaskan oleh dokter yang murah senyum ini:

Ternyata posisi batu yang sebagian besar terbentuk oleh endapan kalsium atau ‘ulah’ asam urat ini posisinya ada di  3 tempat: ada yang diginjal, ada yang disaluran kencing dan ada di kandung kemih. Bila batu tersebut berada di saluran kemih atau kandung kemih biasanya sulit kencing (kencing tidak lancar), sakit pinggang,  dan mual. Namun apabila batu penyumbatnya bisa dikeluarkan, sakit pinggang, mual, dan sakit kepalanya biasanya langsung hilang.

ginjal pkspasuruan

Sedangkan apabila batunya berada di dalam ginjal, biasanya kencingnya lancar, namun karena mengganggu fungsi ginjal yang menyaring darah dan air yang masuk didalamnya, sakit pinggangnya akan akan terasa terus sampai batunya hancur atau keluar melalui saluran yang ada. Dan batu yang ada di dalam ginjal ini kalau dibiarkan akan membesar. So harus segera dikeluarkan karena dikuatirkan mengganggu fungsi ginjal yang memang sangat vital dalam tubuh kita. Dan solusinya kalau batunya masih kecil bisa ‘ditembak’ dengan sinar dan apabila batunya sudah besar harus dioperasi. Untuk kasus saya ini, dokter yang sekarang tinggal di Malang ini, menyarankan cek lab darah untuk memeriksa normal atau tidaknya fungsi ginjal saya serta meng USG ginjal saya untuk mengetahui besar kecilnya batu yang ada.

Alhmadulilah, setelah cek darah di lab Klinik Arrahmah untuk diperiksa kandungan kreatinin di dalam darahnya, ternyata fungsi ginjal saya normal namun saya masih sedikit deg degan karena tindakan selanjutnya adalah harus di USG untuk mengetahui besar-kecilnya batu yang ada di dalam ginjal saya. Mohon doanya..semoga cerita ini bermanfaat untuk antum semua.(duro)

Saya adalah Mu’Minul Chair, Kader PKS Kalirejo, Bangil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree