PERJALANAN TERAKHIR SEORANG H. NURUL BAHRI (KABID KESRA PKS JAKSEL)

pksjaksel pkspasuruan

Jakarta, pkspasuruan.org-Saya adalah saudaranya. Karena suami saya dan beliau adalah sepupu. Persaudaraan, pertemanan kami bukan hanya karena nasab, tapi juga diikat oleh aqidah dan ukhuwah.

Saya kenal beliau, pendiam, baik hati, ramah dan selalu mencari jalan keluar yang menyenangkan semua orang jika menghadapi masalah.

Saya kenal beliau..bukan hanya sebagai saudara, tapi juga sebagai ‘panglima’ dalam kepemimpinan di Mampang … sebagai ketua DPC PKS periode yang lalu.

Tapi malam ini, perjalanannya punya cerita tersendiri bagi saya..

Ketika istrinya..saudaraku Dina Zuraida … menceritakan kronologis kejadian itu … Saat mereka berencana untuk terapi lactacy agar si bayi yang mereka baru mereka dapatkan bisa mendapatkan air susu dari si ibu … walaupun bukan anak dari rahimnya.

Namun dalam perjalanan yang padat merayap … sangat macet. Istri beliau melihat ada sesuatu yang berbeda dari nafas suaminya dan meminta suaminya untuk menepi bahkan kembali saja ke rumah tidak perlu melanjutkan perjalanan..

Namun karena perjalanan sangat ‘zahmah’ … padat merayap dan beliau sudah tidak sanggup lagi menyetir, saat di putaran halim dan bertemu dengan pangkalan taxi jalan, beliau minta tolong pada salah seorang supir taxi untuk membantunya menyetir sampai kembali ke rumah …

Namun lagi-lagi karena perjalanan sangat padat merayap dan beliau sudah tidak kuat lagi bertahan, beliau minta dialihkan ke rumah sakit …
Namun perjalanan tidak kunjung sampai …  Hingga akhirnya istri beliau melihat seluruh badannya dingin dan nafasnya sudah terengah -engah …

Dalam perjalan itu, beliau dituntun untuk berdzikir, sampai pada satu titik … di mana beliau meraba kakinya yang sudah terasa dingin, seolah-olah merasakan waktunya sudah akan segera tiba dan beliau memegang dadanya, sambil melafadzkan kalimat Allah … Allah … Allah …
Sampai istrinya pun merasakan saat-saat nafas terakhir itu dihentikan …

Innaa lillahi wa inna ilaihi roji’un.  Allah lebih sayang pada beliau, dibandingkan kerabat yang ada di sisinya.

Selamat jalan saudaraku … engkau telah memilih jalan terindah dalam kematianmu … Allah perlihatkan tanda itu padamu … sampai engkau diberi kesempatan untuk merasakannya dan berdzikir kepadaNya … tenaaang.

Ini pelajaran berharga buat saya … saudaramu karena Allah ..

Semoga Allah kuatkan ukhti Dina dan Ananda Faqih dalam menjalani semua ini …

Ukhtukum fillah (SS)

sumber: pksjaksel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree