PENTINGNYA MENJAGA TARBIYAH ANAK KITA

iftor jamai dpw pkspasuruan

Surabaya, pkspasuruan.org–Berikut inti sari Taujih Ustadz Farid Dhofir, Ketua DSW DPW PKS Jatim pada salah satu Giat Bukber di DPW PKS Jawa Timur yang telah menjadi viral di kalangan kader PKS se JATIM. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur, Ustadz Arif Hari Setiawan, S T dan Pengurus DPW PKS Jatim.

Kalau dicermati ayat ayat Al Qur’an, yang berbicara tentang dialog orang tua dengan anak, hampir seluruhnya berisi dialog anak dengan bapaknya. Kecuali Isa dan Maryam. Khususnya terkait bab-bab pendidikan anak, biasanya antara anak dan bapaknya. Nasihat lukman pada anaknya (bu Lukman ndak muncul). Ada kisah dialog panjang lebar antara Ibrahim dan Ismail, Ibrahim dengan Ishaq.

Tidak ada dialog Sarah, Hajar. Dialog Nuh dengan anaknya. Dialog yusuf dengan ayahnya (Ya’qub). Dialog ibunya tidak termuat. Bila ini fenomena umum dalam Al Qur’an, maka mendidik-mentarbiyah-bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya ada di pundak sang ayah. Bukan di ibundanya. Ini hal yang serius, bahwa tanggung jawab tarbiyah, menata pergaulan anak adalah ditangan ayah. Ada 3 nabi yang gundah terkait anak :
1. Nabi Zakaria lama gundah karena lama tidak dikaruniai anak.
2. Nabi Nuh gundah dengan anaknya yang tidak sesuai harapan.
3. Nabi Ya’qub gundah dengan masa depan anaknya.
Masalah tarbiyatul aulad menjadi masalah penting. Para nabi/rasul sangat konsen dengan masalah ini.

Kegundahan nabi Zakaria di surat Maryam mulai ayat 1

Inti dalam ayat-ayat di awal surat Maryam ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Doa zakaria tidak ada rentanya, tidak pernah putus asa, tidak pernah merasa bahwa doanya sia sianya. Akhirnya Allah menjawab doa di ujung usia. Kalau kita bicara masa depan dakwah maka cemaskan para pelanjutnya yaitu anak anak kita sendiri. Belum dikaruniai anak, sudah gundah dengan kelanjutan dakwah. Bukan urusan dunia. Doa di tengah kemustahilan di ukuran manusiawi. Itulah kunci penting kita.

Kisah Zakaria ini dilanjutkan Allah di surat Al Anbiya ayat 89-90. Doa ini bahasanya agak “mengancam” :

89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”

90. Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.

Kegundahan Ya’qub dengan anak anaknya di Al Qur’an surat Al Baqoroh 133. Saat ya’qub menjelang kematian hanya mencemaskan apa yang disembah anaknya. Bukan cemas apa yang dimakan anak anak dan juga bukan cemas apa pekerjaan anak anak (Maa ta’kuluuna min ba’di atau Maa ta’maluuna min ba’di). Namun Nabi Ya’qub sangat cemas dengan menanyakan kepada anak-anaknya dengan pertanyaan Apa yang akan kau sembah, “maa ta’buduuna min ba’di”.

Nabi Ya’qub cemas namun kenyataan dia mendapatkan jawaban yang menenangkan adalah jawaban anaknya : ia sejalan dan akan melanjutkan ‘warisan dakwah’ nya segaris dengan perjuangan. Sang anak menyembah Tuhan yang sama!.

Bagaimana tarbiyah anak anak kita?
Mari kita siapkan pewarisan nilai nilai dakwah kita, jaga halaqoh tarbiyah anak anak kita. Mari menanam tarbiyah pada anak anak kita. Kita akan memanen hasil tarbiyah anak anak kita. Mari kita perhatikan secara serius, secara khusus tarbiyah anak anak kita.

Mudah mudahan kegundahan kita akan tarbiyah anak anak kita dijawab dengan jawaban doa terbaik oleh Allah SWT. Mari cerahkan masa depan dakwah dengan menjaga tarbiyah anak anak kita

(Disarikan oleh Irawan dari Taujih Ustadz Farid Dhofir, Ketua DSW DPW PKS Jatim, pada Giat Buka Bersama DPW PKS Jatim yang dihadiri Ketua DPW PKS Jawa Timur dan jajarannya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree