(TAUJIH TERBARU) LHI: SETIAP KADER PKS HARUS MENEGAKKAN ISLAM DI DIRI DAN KELUARGANYA

LHI pkspasuruan

Jakarta, pkspasuruan.org–Akan selalu memberi ilmu, akan selalu memberi pemahaman, dan akan selalu memberi pelajaran yang sangat bermakna ketika kita bertemu atau mengunjungi orang yang dibesarkan oleh Allah dalam dakwah. Hal ini pulalah yang dirasakan beberapa kader PKS saat mengunjungi mantan presiden PKS, ustadz Lutfi Hasan Ishaaq di Sukamiskin. Berikut petikan taujih ustadz Lutfi saat mendapat kunjungan dari para ikhwah.

Akhi, tegakkan kedaulatan Allah di diri dan keluarga antum. Saat seorang wafat, maka hartanya adalah milik Allah. Maka Allah lah yang akan membagikan harta tersebut dengan hukum waris. Itu contoh penegakkan kedaulatan Allah di keluarga.

Seorang ulama dakwah mengatakan “Tegakkan Islam di hatimu maka ia akan tegak di muka bumi.” Oleh sebab itu, setiap ikhwah wajib menegakkan Islam di diri dan keluarganya. Inilah maksud dari Islamiyyah qobla Jam’iyyah. Islamisasi kan diri setelah itu kita berjamaah.

Materi-materi Tarbiyah awalnya adalah tentang aqidah. Diawali dengan Mengenal Allah, Rasul, Qur’an dan selanjutnya. Pembahasan fiqih tidak banyak karena saat itu jamaah berasumsi bahwa perkara fiqih bisa dipelajari masing-masing. Kemudian setelah kita rampung pembahasan aqidah, kita dipahamkan tentang amal jama’i.

Akhi, selama ini konflik yang muncul lebih bersebab pada masalah ijtihad teknik realisasi sebuah amal. Bukan pada masalah yang pokok. Umar bin Khattab dikritik oleh seorang muslimah gegara menetapkan mahar pada angka tertentu padahal Allah tidak tidak menetapkan hal itu. Keputusan berdasarkan syuro dengan para sahabat agung itu pun dibatalkan karena bertentangan dengan Qur’an.

Abu Bakr sempat ditentang oleh Umar karena akan memerangi kaum muslimin yang tidak menunaikan zakat. Tapi Abu Bakr tetap dengan keputusannya karena tidak mau ajaran Islam terkurangi di masa kepemimpinannya. Apakah engkau yang perkasa di zaman Jahiliah lalu menjadi pengecut di zaman Islam? kata Abu Bakr kepada Umar. Mendengar itu pun Umar akhirnya mengikuti langkah Abu Bakr, qiyadahnya.

Rasulullah saw pun sempat disanggah oleh sahabat dalam masalah taktik perang. Apakah menyongsong pasukan kafir di luar kota atau menunggunya di di dalam kota. Hal ini menjadi bahan pembicaraan Rasulullah saw dengan para sahabat. Rasulullah saw cendrung untuk tinggal di kota tapi sahabat lain menyongsong di luar kota agar keluarga kaum muslimin ada waktu untuk menyelamatkan diri dan hartanya.

Apakah ini Wahyu atau taktik belaka ya Nabi? tanya sahabat itu. Ini bukan wahyu. Ini taktik ku kata Rasulullah saw. Lalu sahabat itu pun memberikan usulannya. Mayoritas sahabat setuju dengan usulan sahabat tersebut. Mereka pun bergerak. Tak lama Rasul pun memakai baju perangnya mengikuti para sahabat keluar kota. Sahabat sempat merasa tidak enak dengan hal itu, tapi Rasul berkata: “Pantang bagi seorang Nabi mundur jika sudah memakai baju perang dan menyandang senjata.” Allahu Akbar….

Akhi, dakwah itu bukan sekedar berceramah. Dakwah itu mengembangkan objek dakwah antum. Para sahabat setelah dikenalkan Islam mereka diajak beramal langsung oleh Rasulullah saw.

Di sini (LP Sukamiskin) majelis subuh awalnya hanya ana berempat. Lalu semakin bertambah. Dari yang tidak memakai soundsystem, sekarang harus memakai. Pesertanya napi semua golongan. Dari mantan pembunuh sampai tindakan kriminal kerah putih skala besar. Kini, mesjid ramai oleh mereka yang sholat jamaah. Digerakkan oleh mereka yang menjadi peserta majelis subuh. Bergerak mengajak dari sel ke sel.

Mereka juga ana minta untuk menulis tentang apa yang dirasa setelah berinteraksi dengan Qur’an. Ya, Qur’an. Bukan dengan ana. Dakwah kita menyeru kepada Qur’an dan Sunnah. Mereka hanya mengagungkan Allah dan Rasul-Nya. Bukan ana. (Tulisan mereka telah dijadikan buku).

Bergaullah antum dengan semua golongan. Ikhwah jangan terpaku pada satu situasi saja. Apalagi situasi dimana pengaruh dunia sangat terasa. Jaga lingkungan antum. Jangan sampai merusak pribadi da’i antum. Makan dimana saja. Tak perlu harus di tempat mewah. Kecuali saat antum sedang memuliakan tamu. (amin)

sumber: pksjaktim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree